Solusi jitu,, ternyata cara mengakali kabel flexible yang rusak dengan menggunakan KAWAT EMAIL (kawat yang dilapis oleh isolator email). Langsung deh, saya oprek lagi kabelnya,, disambung dengan KAWAT EMAIL.
Gini cara nyambungnya :
B. ALAT DAN BAHAN
cutter
solder + tinol
gunting
kawat email 0,5mm
solatip (yang tipis)
obeng
multimeter
kopi (biar gak ngantuk)
C. LANGKAH KERJA :
a. membongkar laptop :
buka semua baut yang bersangkutan
bongkar deh laptopnya… (hhee)
inget..!!! ati2 ngebongkarnya..!!!
lepas bagian Kabel Flexibelnya
b. menyambung kabel
minum kopi dulu
lepas dulu semua solatip yang menyatukan kabel
cari kabel yang putus, biasanya yang putus cuma bagian konduktornya (isolatornya (plastik pembungkus kabel) gak putus). cara ngeceknya adalah dengan melengkungkan kabel, dari situ nanti akan terlihat kabel yang sudah putus tidak akan bisa melengkung dengan sempurna (ada patahan).
kalo cara no.2 membingungkan, maka masing2 PIN kabel bisa di cek dengan menggunakan multimeter dengan switch menuju ke ohm meter. kalo jarumnya bergerak, berarti kabelnya nyambung, dan sebaliknya.
potong bagian yang putus, setelah itu, kabel yang udah putus tadi dipotong 2-3cm.
kupas isolator pada ujung2 potongan kabel fleksibel sekitar 0,5cm
potong kawat email 2-3cm (sesuai langkah no.4) +1cm (untuk sambungan) lalu kupas lapisan emailnya
Sambung satu ujung kawat email dengan kabel fleksibel yang tadi di potong dan disolder.
lakukan no.7 pada ujung yang lain.
isolasi bagian yang di solder dengan solatip yang tipis.
satukan kembali kabel2 dengan menggunakan solatip (diusahakan kembali seperti bentuk semula!)
pasang kembali komponen2 laptopnya!!!
kalo jumlah kabel yang putus lebih dari 1, nyambungnya bisa di Zig-Zag.
Pindah >> http://loxet.blogspot.com/
Monday, March 12, 2012
Sunday, February 19, 2012
Pantai Senggigi, Lombok
Banyak wisatawan lebih memilih menghabiskan waktu sore hari dengan duduk di pantai berpasir putih sambil menikmati indahnya mentari tenggelam (sunset). Kalau Bali memiliki Pantai Kuta, Sanur, Legian, maka Lombok punya Pantai Senggigi yang asri dan nyaman. Kendati didapati hotel dan galeri, wisatawan masih bisa melihat nelayan dengan kapal cadiknya yang hendak melaut mencari ikan setiap hari.
Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.
Umumnya wisatawan krtika berada di Senggigi menyempatkan diri untuk mengunjungi Pura Batu Bolong, 3 Km dari sentral keramaian Senggigi.
Selain menjadi pusat home stay wisatawan mancanegara dan nusantara, pantainya masih ali dan bisa dijadikan tempat rekreasi yang menyenangkan. Untuk itu, Pemda Kabupaten Lombok Barat setiap pertengahan tahunnya menjadwalkan penyelengaraan Festival Senggigi. Tidak jarang kekayaan atraksi budaya yang dipentaskan selama sepekan bisa membuat wisatawan ingin menikmatinya.
Selain keindahan alam pesisirnya. Pantai Senggigi juga menawarkan ciri khas lain dari Lombok melalui berbagai cendera matanya. Tepatnya di Jalan Raya Senggigi Km 7 terdapat pusat perbelanjaan berbagal cendera mata Lombok di Pasar Seni Senggigi (Art Market Senggigi).
Ikhwal awal didirikannya Pasar Seni Senggigi karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan Pantai Senggigi. Karena itu Pemprov NTB berharap kedepannya tempat ini menjadi surga belanja bagi para wisatawan yang berwisata di Lombok.
Tempat Menginap
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.
Tempat Bersantap
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.
Berkeliling
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo ” angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki.
Buah Tangan
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.
Pantai Senggigi, yang terletak di sebelah utara Bangsal, merupakan pantai yang paling populer dan sudah terkenal akan keindahannya. Pantai yang terletak 12 kilometer dari sebelah barat laut Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok ini, terbentang hampir sepanjang 10 km dengan hamparan pasir putih yang seolah menggoda Anda untuk duduk diatasnya dan untuk sejenak melupakan segala rutinitas hidup Anda, kepadatan lalu lintas kota, dan menghirup udara segar dengan menikmati pemandangan air laut yang berwarna biru gradasi hijau serta menikmati indahnya matahari terbenam di pantai Senggigi.
Umumnya wisatawan krtika berada di Senggigi menyempatkan diri untuk mengunjungi Pura Batu Bolong, 3 Km dari sentral keramaian Senggigi.
Selain menjadi pusat home stay wisatawan mancanegara dan nusantara, pantainya masih ali dan bisa dijadikan tempat rekreasi yang menyenangkan. Untuk itu, Pemda Kabupaten Lombok Barat setiap pertengahan tahunnya menjadwalkan penyelengaraan Festival Senggigi. Tidak jarang kekayaan atraksi budaya yang dipentaskan selama sepekan bisa membuat wisatawan ingin menikmatinya.
Selain keindahan alam pesisirnya. Pantai Senggigi juga menawarkan ciri khas lain dari Lombok melalui berbagai cendera matanya. Tepatnya di Jalan Raya Senggigi Km 7 terdapat pusat perbelanjaan berbagal cendera mata Lombok di Pasar Seni Senggigi (Art Market Senggigi).
Ikhwal awal didirikannya Pasar Seni Senggigi karena letaknya yang berdekatan dengan kawasan Pantai Senggigi. Karena itu Pemprov NTB berharap kedepannya tempat ini menjadi surga belanja bagi para wisatawan yang berwisata di Lombok.
Tempat Menginap
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain.
Tempat Bersantap
Di sepanjang pinggir pantai, berjejer restoran-restoran yang menyediakan berbagai jenis hidangan khas Lombok dan jenis hidangan lainnya. Selama berada di Lombok, jangan lupa untuk mencicipi Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung.
Berkeliling
Jika Anda ingin mengelilingi pantai Senggigi namun tidak ingin cepat lelah, Anda bisa menaiki cidomo ” angkutan khas NTB yang ditarik oleh seekor kuda. Atau Anda juga dapat mengelilingi pantai dengan berjalan kaki.
Buah Tangan
Di sepanjang jalur pantai Senggigi, banyak terdapat toko cinderamata yang menawarkan barang-barang kerajinan khas Lombok seperti lukisan, kerajinan tangan, kain tenun Lombok, perhiasan mutiara dan lain-lain.
Foto - Foto Pantai Senggigi :
Friday, May 6, 2011
IMPLEMENTASI QOS PADA MPLS UNTUK PENGIRIMAN PAKET DATA DENGAN PERLAKUAN ISTIMEWA
IMPLEMENTASI QOS PADA MPLS UNTUK PENGIRIMAN PAKET DATA DENGAN PERLAKUAN ISTIMEWA
Sinelson Hutagaol
ABSTRACT :
Multiprotocol Label Switching (MPLS) is using to turn down the process in a router in transfer a services of packet data. The basic technology of MPLS is using the switching mode as known as Label Switching Router (LSR) by exhausted a label in each entering data set, and it’s using to determine the data set direction should be transfer.
The data are obtained by computer simulation using NS2 and MNS2. In order to generate multimedia traffic we use the aggregate of the multisource self-similarity traffic approach which is generated on/off periodically based on the Pareto distribution. This traffic is sent to the MPLS network architecture. The QoS parameters which are observed: throughput, delay, received packet, packet loss, and loss ratio.
As the result, MPLS has a better performance rather than DiffServ and Best Effort, which include 5 QoS parameters: throughput (improvement factor/if: 73% and 150%), delay (if: 51% and 85%), received packet, packet loss, and loss ratio (if: 85% and 99,2%). And then DiffServ has a better performance rather than Best Effort too: throughput (if: 50%), delay (if: 70%), received packet, packet loss, and loss ratio (if: 94,4%). As the conclusion, DiffServ and MPLS are capable and feasible to support the guaranted QoS of the Internet multimedia service requirement.
1. PENDAHULUAN :
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan jaringan internet saat ini sangatlah cepat di tandai dengan munculnya teknologi dan layanan layanan baru yang menuntut pemakaian bandwidth yang sangat besar. Semakin besar trafik yang ditransmisikan pada jaringan intrnet menuntut router untuk dapat memproses paket yang di terimanya dan meneruskan paket tersebut dengan cepat sehingga tidak terjadi kemacetan data (congestion).
Untuk mengetahui bagaimana layanan MPLS ini ketika mengirimkan suatu paket digunakanlah QOS.MPLS Quality of Service (QoS) - menggunakan mekanisme IP QoS existing, dan menyediakan perlakuan istimewa untuk type trafik tertentu, berdasarkan atribut QoS (seperti MPLS EXP). QoS adalah hasil kolektif dari berbagai kriteria performansi yang menentukan tingkat kepuasan penggunaan suatu layanan. Umumnya QoS dikaji dalam kerangka pengoptimalan kapasitas network untuk berbagai jenis layanan, tanpa terus menerus menambah dimensi network.
Satu hal lain yg penting dari fitur QoS adalah kemampuan untuk mensupport QoS dgn model hirarki. Pada network yg biasa, paket yg datang ke line card mungkin hanya punya satu tag atau penanda paket dgn QoS marking yg harus dilakukan ke paket tsb misalnya MPLS EXP bit, atau CoS dan DSCP di IP network. Jadi hanya ada satu perlakuan QoS yg bisa dilakukan ke tipe paket yg memiliki marking yg sama. Tapi bagaimana jika ada paket yg memiliki beberapa tag, dan diperlukan untuk memberikan perlakuan yg berbeda berdasarkan tag yg berbeda-beda tsb? Misal di network Carrier Ethernet di mana suatu paket bisa datang dgn membawa dua 802.1q tag, yg paling atas disebut S-tag untuk mengindentifikasi dari aggregation router mana paket itu datang, dan yg kedua disebut C-tag yg digunakan untuk membedakan VLAN dari customer (ini biasa disebut teknologi Q-in-Q). Kita mungkin ingin memberi perlakukan QoS yg berbeda, jadi di satu hal ingin melakukan QoS untuk semua paket yg memiliki S-tag yg sama, tapi di lain hal kita juga ingin membedakan jika paket datang dgn C-tag yg berbeda atau dari customer yg berbeda. Ini berarti router (dan line card) harus mensupport model QoS secara hirarki, dimana QoS main class akan mempengaruhi semua paket dan kita bisa membuar QoS child class yg spesifik untuk setiap customer.
Penggunaan Implementasi Quality Of Service (QOS) pada MPLS di gunakan untuk mendapatkan paket loss, jitter, delay, throughput, dan MOS.
MPLS QoS mempengaruhi mekanisme existing dari IP QoS DiffServ, memungkinkan mereka bekerja pada jalur/path MPLS. Extension tertentu, termasuk kemampuan untuk melakukan “set” dan “match” pada bit-bit MPLS EXP telah ditambahkan; meskipun “fundamental behavior” dari mekanisme QoS tetap tidak berubah.
1.2. Perumusan Masalah
MPLS secara fundamental adalah teknik “tunneling”, jadi mekanisme QoS memungkinkan untuk penerapan yang flexible dengan “tunneling” QoS pelanggan melalui policies QoS dari Service Provider.
Oleh karena itu, Service Provider seharusnya menggunakan nilai EXP 6 untuk voice, dan nilai EXP 4 dan 3 untuk trafik non-voice. Menyediakan transparent services secara simultan untuk Enterprise dengan Maps QoS sebagai berikut :
● Menggunakan Prec 3 untuk voice dan Prec 2 untuk trafik non-voice
● Menggunakan Prec 5 untuk voice dan Prec 4 untuk trafic non-voice
Penawaran service QoS pada MPLS VPN telah menjadi nilai tambah bagi Service Provider, tetapi penerapan QoS bervariasi antar customer. Beberapa customer membuat hanya 2 class of services - (voice dan non-voice), sementara lainnya membuat sebanyak 5 class :
1) Best Effort Data
2) Interactive Data (i.e.,Telnet)
3) Mission Critical Data (ERP applications; i.e., SAP, PeopleSoft)
4) Video
5) Voice
1.3. Tujuan Pembahasan
Untuk mengukur :
1) kecepatan tranmisi packet data dengan satuan Kbps dan Mbps biasa disebut sebagai data rate
2) Latency (maximum packet delay) : waktu maksimum yang dibutuhkan
dari transmisi ke penerimaan yang diukur dengan satuan milidetik.
3) Packet Loss / Error : ukuran error rate dari transmisi packet data yang
diukur dalam persen, packet yang hilang bs dikarenakan .. .
buffer yang terbatas, urutan packet yang salah
Packet Loss = Frame dari Transmitter – Frame dari Receiver
4) Jitter : ukuran delay penerimaan paket yang melambangkan smoothness dari audio/video playback
1.4. Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas mencakup bagaimana cara kerja dan analisa QoS yang
terdapat dalam teknik MPLS dalam mengirimkan paket data.
2. Tujuan Pembahasan
Secara garis besar tujuan tulisan ini ialah untuk
menganalisa kualitas layanan teknik MPLS ketika
mengirimkan paket dalam jaringannya.
3. Pengukuran Quality of Service Dalam Jaringan MPLS
3.1.Konsep pengukuran QoS dalam jaringan MPLS
Pengukuran berbasis pada komponen rute dalam hal ini LSP yang dilewati oleh paket tersebut sehingga trafik paket tersebut dalam jaringan MPLS dapat ditentukan. Pengukuran QoS dalam jaringan MPLS akan sangat sulit apabila data jaringan MPLS tidak diketahui. Hal ini dikarenakan jaringan akses dalam MPLS merupakan jaringan IP dengan sistem connectionless, sedang QoS merupakan bagian dari sistem connection oriented. Pengukuran QoS dalam jaringan MPLS dilakukan dengan cara menjaga agar setiap paket yang dikirim dalam jaringan selalu berada dalam jalur rute atau LSPnya. Untuk itu router dalam MPLS selalu dilengkapi dengan sistem agar bisa memonitor trafik dari setiap paket. Sistem monitoring dalam router MPLS berupa feature yang disediakan oleh Cisco IOS berupa IP Precedence, CAR, WRED, ataupun WFQ. Proses pengukuran yang terjadi dalam Edge Label Switching Router , dimulai dengan paket masuk yang diklasifikasikan dengan Commited Access Rate (ACR). Kemudian paket dideteksi kongestinya dengan Weighted Random Early Detection (WRED), jika melebihi batas WRED maka paket akan dibuang. Lalu dilakukan perhitungan parameter QoS dengan Weighted fair Queuing (WFQ) .Terakhir dilanjutkan ke Label Switching Router (LSR).
Tiga parameter utama QoS dalam jaringan MPLS ialah sebagai berikut .
3.1.1.Bandwidth
Dalam jaringan MPLS penentuan besarnya bandwidth untuk setiap rute bagi sebuah paket sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan dalam MPLS setiap jaringan akses harus memiliki akses bandwidth yang pasti untuk setiap trafik yang akan dijalankannya. Dalam MPLS akses bandwidth ini akan ditentukan oleh feature CAR yang akan menandai setiap paket yang datang ke jaringan MPLS dengan label yang disesuaikan dengan feature IP Precedence yang akan menentukan prioritas paket tersebut dikirimkan ke dalam jaringan. Hal ini akan sangat berhubungan dengan alokasi bandwidth bagi setiap rute MPLS atau LSP. Jika sebuah LSP memiliki bandwidth yang kecil, maka LSP akan memiliki prioritas pertama untuk mengirimkan paket yang ada dalam LSPnya, disesuaikan dengan nilai IP Precedencenya.
Pengukuran bandwidth dalam setiap LSP MPLS akan sangat memperhatikan besarnya bandwidth yang ada dalam jaringan akses yang mengirimkan sebuah paket, dengan jaringan akses yang menerima paket tersebut. Pengukuran bandwidth dilakukan dalam edge LSR di mana paket tersebut masuk ke dalam jaringan. Untuk mengukur bandwidth proporsional dalam jaringan MPLS, harus diketahui dahulu bandwidth jaringan akses yang merupakan sumber dari paket yang akan dikirimkan dalam jaringan MPLS dan dimasukkan sebagai bandwidth ingress edge LSR, dan harus diketahui pula bandwidth jaringan akses yang merupakan tujuan dari paket tersebut setelah dilewatkan dalam jaringan MPLS sebagai sebuah bandwidth egress edge LSR.
3.1.2. Service Rate
Service rate merupakan rate atau kecepatan pengiriman paket yang masuk ke dalam jaringan. Service rate juga diukur dalam edge LSR sebuah LSP jaringan MPLS dan dipergunakan untuk mengetahui berapa kecepatan pengiriman paket dalam sebuah LSP MPLS. Tujuan pengukuran service rate ialah untuk mendukung feature WRED sehingga apabila kongesti terjadi dalam jaringan MPLS service rate dapat diturunkan, sampai semua paket yang dikirimkan sampai di alamat tujuannya. Proses pengukuran service rate memperhatikan nilai feature IP Precedence, untuk mengetahui besarnya weighted atau beban paket yang dikirimkan dalam sebuah LSP berdasar nilai IP Precedence yang dimiliki oleh setiap paket yang dikirimkan. Besarnya nilai IP Precedence sesuai dengan nilai
feature IP Precedence yang telah ditetapkan dengan model IEEE 8021.
3.1.3. Waktu Delay
Waktu delay merupakan waktu yang diperlukan sebuah paket yang ditransmisikan melalui jaringan MPLS dari sebuah ingress edge LSR ke egress edge LSR. Waktu delay merupakan bagian dari feature WFQ untuk menentukan waktu pengiriman paket dalam sebuah LSP. Dengan adanya waktu delay maka sebuah paket yang masuk ke dalam sebuah LSP dapat diperkirakan waktu tiba ditujuannya. Pengukuran waktu delay sangat diperlukan agar sebuah service provider dapat mengatur pengiriman paket disesuaikan dengan delay paket tersebut untuk sampai ke alamat tujuannya, sehingga paket yang dikirimkan dapat disesuaikan dengan kemampuan service rate yang dimiliki setiap LSP jaringan MPLS. Untuk mengukur waktu delay pengiriman sebuah paket, besarya nilai IP Precedence paket yang dikirimkan sangat diperlukan. Karena dengan mengetahui nilai IP Precedence akan diketahui pula nilai minimum discard threshold paket yang dikirimkan tersebut. Pengukuran waktu delay pengiriman paket dalam sebuah LSP sangat ditentukan oleh nilai minimum discard threshold paket dan maksimum discard threshold serta service rate LSP itu sendiri. Nilai minimum discard threshold paket ditentukan oleh nilai IP Precedence setiap paket yang dikirimkan disesuaikan dengan standar WRED yang digunakan. Dengan mengetahui besarnya bandwidth, service rate, dan waktu delay pengiriman paket dalam LSP maka kemampuan QoS jaringan MPLS dalam mengirimkan suatu paket dapat dianalisa sehingga proses pengiriman paket dapat diperkirakan terlebih dahulu. Pengukuran parameter QoS dalam jaringan MPLS diperlukan sehingga paket yang dikirimkan dalam setiap LSP dapat ditentukan disesuaikan dengan besarnya nilai bandwidth dan service rate setiap LSP yang sangat menentukan waktu delay pengiriman sebuah paket dalam LSP. Untuk mengetahui besarnya bandwidth, service rate, dan waktu delay pengiriman sebuah paket dalam LSP jaringan MPLS harus dibuat suatu program simulasi.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan ini maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut
a) a. Pada MPLS Quality of Service (QoS) menggunakan mekanisme IP QoS existing, dan menyediakan perlakuan istimewa untuk type trafik tertentu, berdasarkan atribut QoS (seperti MPLS EXP).
b) Dengan menggunakan QoS dapat memungkinkan pengiriman layanan yang berbeda pada traffic di jaringan terutama pada penanganan aplikasi yang sangat kritikal, menjamin tersedianya bandwidth dan menekan delay yang dibutuhkan pada multimedia dan applikasi suara
c) MPLS sedang berkembang sebagai teknologi yang dapat diterima secara luas. Hal ini penting untuk dicatat bahwa MPLS tidak menggantikan IP. IP Control Plane adalah komponen fundamental MPLS. Kemampuan menambahkan “ATM-like Forwarding Plane” membuatnya menarik bagi Service Provider dan Enterprises.
Service Provider bisa mendapatkan keuntungan sebesar 25% dengan menerapkan MPLS VPNs, MPLS QoS dan MPLS TE, daripada sekedar menyediakan koneksi VPNs biasa.
d) keuntungan utama bagi Service Provider dan Enterprises menerapakan MPLS enabled IP Network adalah kemampuan menyediakan koneksi Layer 3 dan Layer 2 dan “shared services” (seperti DHCP, NAT, dll) melalui “single network”, dengan tingkat optimasi dan utilisasi yang tinggi dari bandwidth yang tersedia menggunakan TE dan QoS.
4.2. Saran Pengembangan
Agar teknik MPLS ini dapat berkembang lebih baik, saran saran yang perlu dipertimbangkan yaitu:
1. Teknologi MPLS akan lebih efektif diterapkan
dalam broadband network.
2. Sistem operasi untuk setiap router jaringan MPLS
di perluas.
3.Jaminan QoS yang diberikan disesuaikan
dengan aplikasi yang digunakan serta efisiensi
terhadap jaringan.
Daftar Pustaka
The Cisco System Documentation, 2003, Quality of Service Solutions Configuration Guid”,
http://deris.unsri.ac.id/materi/sist_terd/qos.pdf
http://warpspire.com/hemingway
Description
Rosen, E., Viswanathan, A., and Callon, R., April 1999, Multiprotocol Label Switching
Architecture.
Rosen, E., Rekhter, Y., Tappan, D., Farinacci, D., Fedorkow, G., Li, T., and Conta, A.,
September 2000, MPLS Label Stack Encoding, SPIE Proceedings.
MPLS Quality Of Service (QOS)
1. PENDAHULUAN :
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan jaringan internet saat ini sangatlah cepat di tandai dengan munculnya teknologi dan layanan layanan baru yang menuntut pemakaian bandwidth yang sangat besar. Semakin besar trafik yang ditransmisikan pada jaringan intrnet menuntut router untuk dapat memproses paket yang di terimanya dan meneruskan paket tersebut dengan cepat sehingga tidak terjadi kemacetan data (congestion).
MPLS Quality of Service (QoS) - menggunakan mekanisme IP QoS existing, dan menyediakan perlakuan istimewa untuk type trafik tertentu, berdasarkan atribut QoS (seperti MPLS EXP).
Untuk mengetahui bagaimana layanan MPLS ini ketika mengirimkan suatu paket digunakanlah QOS.
QoS adalah hasil kolektif dari berbagai kriteria performansi yang menentukan tingkat kepuasan penggunaan suatu layanan. Umumnya QoS dikaji dalam kerangka pengoptimalan kapasitas network untuk berbagai jenis layanan, tanpa terus menerus menambah dimensi network.
Satu hal lain yg penting dari fitur QoS adalah kemampuan untuk mensupport QoS dgn model hirarki. Pada network yg biasa, paket yg datang ke line card mungkin hanya punya satu tag atau penanda paket dgn QoS marking yg harus dilakukan ke paket tsb misalnya MPLS EXP bit, atau CoS dan DSCP di IP network. Jadi hanya ada satu perlakuan QoS yg bisa dilakukan ke tipe paket yg memiliki marking yg sama. Tapi bagaimana jika ada paket yg memiliki beberapa tag, dan diperlukan untuk memberikan perlakuan yg berbeda berdasarkan tag yg berbeda-beda tsb? Misal di network Carrier Ethernet di mana suatu paket bisa datang dgn membawa dua 802.1q tag, yg paling atas disebut S-tag untuk mengindentifikasi dari aggregation router mana paket itu datang, dan yg kedua disebut C-tag yg digunakan untuk membedakan VLAN dari customer (ini biasa disebut teknologi Q-in-Q). Kita mungkin ingin memberi perlakukan QoS yg berbeda, jadi di satu hal ingin melakukan QoS untuk semua paket yg memiliki S-tag yg sama, tapi di lain hal kita juga ingin membedakan jika paket datang dgn C-tag yg berbeda atau dari customer yg berbeda. Ini berarti router (dan line card) harus mensupport model QoS secara hirarki, dimana QoS main class akan mempengaruhi semua paket dan kita bisa membuar QoS child class yg spesifik untuk setiap customer.
Penggunaan Implementasi Quality Of Service (QOS) pada MPLS di gunakan untuk mendapatkan paket loss, jitter, delay, throughput, dan MOS.
MPLS QoS mempengaruhi mekanisme existing dari IP QoS DiffServ, memungkinkan mereka bekerja pada jalur/path MPLS. Extension tertentu, termasuk kemampuan untuk melakukan “set” dan “match” pada bit-bit MPLS EXP telah ditambahkan; meskipun “fundamental behavior” dari mekanisme QoS tetap tidak berubah.
1.2. Perumusan Masalah
MPLS secara fundamental adalah teknik “tunneling”, jadi mekanisme QoS memungkinkan untuk penerapan yang flexible dengan “tunneling” QoS pelanggan melalui policies QoS dari Service Provider.
Oleh karena itu, Service Provider seharusnya menggunakan nilai EXP 6 untuk voice, dan nilai EXP 4 dan 3 untuk trafik non-voice. Menyediakan transparent services secara simultan untuk Enterprise dengan Maps QoS sebagai berikut :
● Menggunakan Prec 3 untuk voice dan Prec 2 untuk trafik non-voice
● Menggunakan Prec 5 untuk voice dan Prec 4 untuk trafic non-voice
Penawaran service QoS pada MPLS VPN telah menjadi nilai tambah bagi Service Provider, tetapi penerapan QoS bervariasi antar customer. Beberapa customer membuat hanya 2 class of services - (voice dan non-voice), sementara lainnya membuat sebanyak 5 class :
1) Best Effort Data
2) Interactive Data (i.e.,Telnet)
3) Mission Critical Data (ERP applications; i.e., SAP, PeopleSoft)
4) Video
5) Voice
1.3. Tujuan Pembahasan
Untuk mengukur :
1) kecepatan tranmisi packet data dengan satuan Kbps dan Mbps biasa disebut sebagai data rate
2) Latency (maximum packet delay) : waktu maksimum yang dibutuhkan
dari transmisi ke penerimaan yang diukur dengan satuan milidetik.
3) Packet Loss / Error : ukuran error rate dari transmisi packet data yang
diukur dalam persen, packet yang hilang bs dikarenakan .. .
buffer yang terbatas, urutan packet yang salah
Packet Loss = Frame dari Transmitter – Frame dari Receiver
4) Jitter : ukuran delay penerimaan paket yang melambangkan smoothness dari audio/video playback
1.4. Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas mencakup bagaimana cara kerja dan analisa QoS yang
terdapat dalam teknik MPLS dalam mengirimkan paket data.
2. Tujuan Pembahasan
Secara garis besar tujuan tulisan ini ialah untuk
menganalisa kualitas layanan teknik MPLS ketika
mengirimkan paket dalam jaringannya.
3. Pengukuran Quality of Service Dalam Jaringan MPLS
3.1.Konsep pengukuran QoS dalam jaringan MPLS
Pengukuran berbasis pada komponen rute dalam hal ini LSP yang dilewati oleh paket tersebut sehingga trafik paket tersebut dalam jaringan MPLS dapat ditentukan. Pengukuran QoS dalam jaringan MPLS akan sangat sulit apabila data jaringan MPLS tidak diketahui. Hal ini dikarenakan jaringan akses dalam MPLS merupakan jaringan IP dengan sistem connectionless, sedang QoS merupakan bagian dari sistem connection oriented. Pengukuran QoS dalam jaringan MPLS dilakukan dengan cara menjaga agar setiap paket yang dikirim dalam jaringan selalu berada dalam jalur rute atau LSPnya. Untuk itu router dalam MPLS selalu dilengkapi dengan sistem agar bisa
memonitor trafik dari setiap paket. Sistem monitoring dalam router MPLS berupa feature yang disediakan oleh Cisco IOS berupa IP Precedence, CAR, WRED, ataupun WFQ. Proses pengukuran yang terjadi dalam Edge Label Switching Router , dimulai dengan paket masuk yang diklasifikasikan dengan Commited Access Rate (ACR). Kemudian paket dideteksi kongestinya dengan Weighted Random Early Detection (WRED), jika melebihi batas WRED maka paket akan dibuang. Lalu dilakukan perhitungan parameter QoS dengan Weighted fair Queuing (WFQ) .Terakhir dilanjutkan ke Label Switching Router (LSR).
Tiga parameter utama QoS dalam
jaringan MPLS ialah sebagai berikut .
3.1.1.Bandwidth
Dalam jaringan MPLS penentuan besarnya bandwidth untuk setiap rute bagi sebuah paket sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan dalam MPLS setiap jaringan akses harus memiliki akses bandwidth yang pasti untuk setiap trafik yang akan dijalankannya. Dalam MPLS akses bandwidth ini akan ditentukan oleh feature CAR yang akan menandai setiap paket yang datang ke jaringan MPLS dengan label yang disesuaikan dengan feature IP Precedence yang akan menentukan prioritas paket tersebut dikirimkan ke dalam jaringan. Hal ini akan sangat berhubungan dengan alokasi bandwidth bagi setiap rute MPLS atau LSP. Jika sebuah LSP memiliki bandwidth yang kecil, maka LSP akan memiliki prioritas pertama untuk mengirimkan paket yang ada dalam LSPnya, disesuaikan dengan nilai IP Precedencenya.
Pengukuran bandwidth dalam setiap LSP MPLS akan sangat memperhatikan besarnya bandwidth yang ada dalam jaringan akses yang mengirimkan sebuah paket, dengan jaringan akses yang menerima paket tersebut. Pengukuran bandwidth dilakukan dalam edge LSR di mana paket tersebut masuk ke dalam jaringan. Untuk mengukur bandwidth proporsional dalam jaringan MPLS, harus diketahui dahulu bandwidth jaringan akses yang merupakan sumber dari paket yang akan dikirimkan dalam jaringan MPLS dan dimasukkan sebagai bandwidth ingress edge LSR, dan harus diketahui pula bandwidth jaringan akses yang merupakan tujuan dari paket tersebut setelah dilewatkan dalam jaringan MPLS sebagai sebuah bandwidth egress edge LSR.
3.1.2. Service Rate
Service rate merupakan rate atau kecepatan pengiriman paket yang masuk ke dalam jaringan. Service rate juga diukur dalam edge LSR sebuah LSP jaringan MPLS dan dipergunakan untuk mengetahui berapa kecepatan pengiriman paket dalam sebuah LSP MPLS. Tujuan pengukuran service rate ialah untuk mendukung feature WRED sehingga apabila kongesti terjadi dalam jaringan MPLS service rate dapat diturunkan, sampai semua paket yang dikirimkan sampai di alamat tujuannya. Proses pengukuran service rate memperhatikan nilai feature IP Precedence, untuk mengetahui besarnya weighted atau beban paket yang dikirimkan dalam sebuah LSP berdasar nilai IP Precedence yang dimiliki oleh setiap paket yang dikirimkan. Besarnya nilai IP Precedence sesuai dengan nilai
feature IP Precedence yang telah ditetapkan dengan model IEEE 8021.
3.1.3. Waktu Delay
Waktu delay merupakan waktu yang diperlukan sebuah paket yang ditransmisikan melalui jaringan MPLS dari sebuah ingress edge LSR ke egress edge LSR. Waktu delay merupakan bagian dari feature WFQ untuk menentukan waktu pengiriman paket dalam sebuah LSP. Dengan adanya waktu delay maka sebuah paket yang masuk ke dalam sebuah LSP dapat diperkirakan waktu tiba ditujuannya. Pengukuran waktu delay sangat diperlukan agar sebuah service provider dapat mengatur pengiriman paket disesuaikan dengan delay paket tersebut untuk sampai ke alamat tujuannya, sehingga paket yang dikirimkan dapat disesuaikan dengan kemampuan service rate yang dimiliki setiap LSP jaringan MPLS. Untuk mengukur waktu delay pengiriman sebuah paket, besarya nilai IP Precedence paket yang dikirimkan sangat diperlukan. Karena dengan mengetahui nilai IP Precedence akan diketahui pula nilai minimum discard threshold paket yang dikirimkan tersebut. Pengukuran waktu delay pengiriman paket dalam sebuah LSP sangat ditentukan oleh nilai minimum discard threshold paket dan maksimum discard threshold serta service rate LSP itu sendiri. Nilai minimum discard threshold paket ditentukan oleh nilai IP Precedence setiap paket yang dikirimkan disesuaikan dengan standar WRED yang digunakan. Dengan mengetahui besarnya bandwidth, service rate, dan waktu delay pengiriman paket dalam LSP maka kemampuan QoS jaringan MPLS dalam mengirimkan suatu paket dapat dianalisa sehingga proses pengiriman paket dapat diperkirakan terlebih dahulu. Pengukuran parameter QoS dalam jaringan MPLS diperlukan sehingga paket yang dikirimkan dalam setiap LSP dapat ditentukan disesuaikan dengan besarnya nilai bandwidth dan service rate setiap LSP yang sangat menentukan waktu delay pengiriman sebuah paket dalam LSP. Untuk mengetahui besarnya bandwidth, service rate, dan waktu delay pengiriman sebuah paket dalam LSP jaringan MPLS harus dibuat suatu program simulasi.
Tuesday, April 12, 2011
Desa Tetebatu "LOMBOK"
Tete Batu Desa wisata Tete Batu terletak pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dengan pemandangan pedesaan yang indah dan udara yang sejuk, bersih dan segar sehingga anda akan merasa rileks dan nyaman, selain itu warga desa ini juga ramah dan bersahabat. Tete batu memiliki akomodasi yang bagus seperti hotel Soedjono dan Green Orry cottage yang dilengkapi dengan restoran. Tinggal di Tete Batu adalah sebuah pilihan yang tepat bila anda masih ingin melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi objek wisata lainnya di kaki Gunung Rinjani karena Tete Batu terletak di tengah jalur menuju beberapa objek wisata seperti air terjun Aiktemer, Otak Kokoq, Desa Pringgasela dan Suradadi. Beberapa tour travel memilih desa ini sebagai salah satu tempat peristirahan bagi tamu-tamu merek
Pura Lingsar "LOMBOK"
Kerukunan antar umat beragama nampak di Lombok, umat Islam dan Hindu hidup berdampingan. Bahkan di Pura Lingsar, Umat Hindu dan Islam mengelola dan beribadah disana bersama-sama.
Lombok, pulau yang bertetangga dengan Bali mempunyai beragam objek wisata. Sebagimana Bali, Lombok juga memiliki banyak pantai yang indah, Gunung Rinjani yang elok. Di Lombok juga kita dapat mengunjungi berbagai pura, tempat beribadah umat Hindu. Bahkan, di Lombok ada satu pura yang sangat berbeda dengan pura-pura di Bali. Bedanya bukan dalam bentuk, tapi nilai-nilai toleransi antar umat beragama, Pura Lingsar namanya.
Pura yang sekitar 15 km dari pusat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat itu dibangun pada masa jayanya kerajaan Karangasem Sasak sekitar tahun 1759. Pura ini dibangun oleh Anak Agung Ngurah yang memerintah Lombok bagian barat saat itu.
“Di kawasan pura itu terdapat empat bangunan pokok, yaitu Pura Gaduh, Kemaliq, Pesiraman dan pesimpangan Bhatara Bagus Balian, serta Lingsar Wulon,” kata Sahyan, warga Lingsar.
Ketiga bangunan Gaduh, Kemaliq dan Bhatara Bagus Balian hanya dibatasi dengan tembok besar. Saat pujawali berlangsung, upacara dilaksanakan secara serentak. Pujawali adalah upacara pemujaan kelahiran Ida Bhatara yang dilakukan umat Hindu di pura itu.
Selain digunakan umat Hindu untuk beribadah, Suku Sasak yang menganut Islam juga menggunakan Kemaliq yang berada di dalam area pura sebagai tempat ibadah juga. Bahkan secara rutin diadakan doa bersama dari berbagai pemeluk agama yang ada di Lombok.
Untuk menjaga kedamaian, dalam di sekitar tempat itu dilarang memakan atau menyembelih binatang-binatang yang dianggap suci oleh masing-masing agama. Bahkan dalam radius 2 km dari Pura Lingsar, sapi yang dianggap suci oleh umat hindu dilarang berkeliaran.
Ketika masuk ke dalam kawasan, pengunjung disarankan untuk memakai selendang yang diikatkan pada pinggang. “Selandang ini dipakai untuk menghormati tempat ini yang dianggap suci oleh uimat Hindu dan Islam,” kata Subhan, warga Mataram yang menemani saya ke Lingsar.
Setelah mengenakan selendang kain berwarna kuning, saya memasuki tempat berdoa yang dianggap suci oleh semua pemeluk agama. “Di tempat ini orang Hindu, Islam, Kristen, bahkan pemeluk aliran kepercayaan percaya doanya dapat dikabulkan,” Kata Sahyan.
Di samping tempat berdoa itu ada sebuah kolam kecil. Airnya jernih dan tidak pernah kering. Bahkan kedalaman kolam itu selalu tetap setiap saat.
Di kolam itu terdapat ikan tuna besar yang panjangnya mencapai satu meter. Jika pengunjung dapat melihat ikan tuna itu, warga Lingsar yakin bahwa orang yang melihat itu akan mendapat keberuntungan.
Pengunjung kolam itu akan berusaha memacing agar ikan tuna itu muncul. “Caranya dengan mengumpankan telur ayam,” imbuh Subhan.
Dalam kunjungan saya ke sana, saya sempat melihat ikan tuna itu tanpa memancingnya dengan telur. Wati, pengurus Pra Lingsar yang tengah beribadah mengatakan bahwa saya tengah beruntung. “Biasanya orang akan berupaya memancing ikan itu agar nampak, Anda sangat beruntung,” katanya.
Saat saya berkunjung ke sana masih pagi. Baru saya saja yang datang kesana selain warga sekitar dan pengurus yang tengah berdoa.
Di kolam itu juga, ada ritual melempar uang logam ke kolam sambil membalikan badan. Sambil melempar uang logam, mereka memanjatkan keinginannya. “Biasanya mereka ingin dagangnya laris, pertaniannya subur, bahkan ada juga yang ini memperoleh jabatan,” kata Sahyan.
Konon, tempat itu dibangun sebagai lambang persatuan. Karena itulah, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam komplek pura yang luas itu. Umat Hindu dan Suku sasak yang beragama Islam secara rukun merawat pura itu secara bersama-sama.
Siapa saja yang mempercayai dan ingin ”berhubungan” dengan Tuhan di tempat itu, tak pernah dipermasalahkan, sepanjang mentaati aturan di pura tersebut. Karena itulah, Pura Lingsar perwujudan sikap toleran dari penduduk yang beragam suku, agama dan ras, dan sekaligus menjadi simbol pemersatu umat di Pulau Lombok.
Simbol toleransi, juga dilambangkan dengan aturan tak tertulis, bahwa siapa saja yang datang ke tempat suci itu, tak diperkenankan menghaturkan sesaji dari babi dan sapi. Babi haram bagi umat Isalam, dan sapi dianggap suci oleh umat Hindu.
Salahsatu upacara di Pura Lingsar yang dilakukan bersama oleh umat Hindu dan Suku Sasak yang beraga Islam adalah Pujawali. Setiap purnamaning sasih kanem–menurut hitungan panangggalan Bali atau sekitar bulan Desember, upacara pujawali diselenggarakan.
Pujawali, di berbagai tempat lain pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh umat Hindu. Namun khusus di Pura Lingsar, upacara pujawali setempat dirangkai dengan tradisi perang topat. Sebuah tradisi yang pelaksanaannya didominasi masyarakat suku Sasak–penduduk asli Lombok, bersama masyarakat dari suku Bali yang telah turun temurun bermukim di Lombok.
Perang topat atau ketupat berlangsung bersamaan dengan upacara pujawali. Prosesinya pun tak bisa dipisahkan dari pelaksanaan upacara tahunan itu. Karena itu, hajatan besar ini dipuput Ida Pedanda (Pendeta Hindu). ”Kalau tak ada pujawali, perang topat tak kan dilaksanakan karena perang topat satu rangkaian dengan pelaksanaan pujawali. Prosesi ini tak bisa dipisah-pisah,” kata I Gde Mandia, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Nusa Tenggara Barat.
Setelah umat Hindu ngaturang bakti dan ngelungsur amertha, prosesi perang topat mulai dilaksanakan, diawali dengan mengelilingkan sarana persembahyangan–purwadaksina. Prosesi ini dilaksanakan di dalam areal Pura Kemaliq. Sebagian besar pesertanya berasal dari suku Sasak. Tokoh-tokoh dari kedua suku–Sasak dan Bali, turut serta dalam prosesi itu.
Mereka mengitari areal dalam Kemaliq. Sekelompok tarian batek baris–tarian khas sebagaimana layaknya prajurit Belanda tempo doeloe lengkap dengan bedilnya juga beraksi selama upacara itu. Ada juga kesenian tradisional gendang beleq.
Purwadaksina dilakukan beberapa kali. Setelah itu, sarana persembahyangan yang dikekelilingkan itu ditaruh pada tempat yang telah disediakan di dalam Pura Kemaliq. Di sini kembali ada prosesi yang dipimpin langsung pemangku dari suku Sasak. Bertepatan dengan roro’ kembang waru (gugurnya bunga pohon waru)–sekitar jam lima sore, perang topat dimulai.
Sebagaimana perang, peserta pun tampak seperti layaknya berperang. Namun, bukan saling pukul atau saling tusuk. Yang menjadi ”peluru”, juga bukan peluru asli atau pun batu, melainkan ketupat yang sebelumnya menjadi sarana upacara. Ketupat dilemparkan-lemparkan kepada siapa saja. Tak ada yang cedera.
Dengan penuh kegembiraan, peserta upacara terlibat dalam ”peperangan” yang berlangsung beberapa menit itu. Seusai berperang, ketupat yang dijadikan peluru lalu dipungut kembali oleh peserta untuk dibawa pulang. “Ketupat ini diyakini sebagai berkah dan ditebar di sawah-sawah penduduk karena dipercaya dapat menyuburkan tanaman padi,” kata Bu Rawinah.
Lombok, pulau yang bertetangga dengan Bali mempunyai beragam objek wisata. Sebagimana Bali, Lombok juga memiliki banyak pantai yang indah, Gunung Rinjani yang elok. Di Lombok juga kita dapat mengunjungi berbagai pura, tempat beribadah umat Hindu. Bahkan, di Lombok ada satu pura yang sangat berbeda dengan pura-pura di Bali. Bedanya bukan dalam bentuk, tapi nilai-nilai toleransi antar umat beragama, Pura Lingsar namanya.
Pura yang sekitar 15 km dari pusat Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat itu dibangun pada masa jayanya kerajaan Karangasem Sasak sekitar tahun 1759. Pura ini dibangun oleh Anak Agung Ngurah yang memerintah Lombok bagian barat saat itu.
“Di kawasan pura itu terdapat empat bangunan pokok, yaitu Pura Gaduh, Kemaliq, Pesiraman dan pesimpangan Bhatara Bagus Balian, serta Lingsar Wulon,” kata Sahyan, warga Lingsar.
Ketiga bangunan Gaduh, Kemaliq dan Bhatara Bagus Balian hanya dibatasi dengan tembok besar. Saat pujawali berlangsung, upacara dilaksanakan secara serentak. Pujawali adalah upacara pemujaan kelahiran Ida Bhatara yang dilakukan umat Hindu di pura itu.
Selain digunakan umat Hindu untuk beribadah, Suku Sasak yang menganut Islam juga menggunakan Kemaliq yang berada di dalam area pura sebagai tempat ibadah juga. Bahkan secara rutin diadakan doa bersama dari berbagai pemeluk agama yang ada di Lombok.
Untuk menjaga kedamaian, dalam di sekitar tempat itu dilarang memakan atau menyembelih binatang-binatang yang dianggap suci oleh masing-masing agama. Bahkan dalam radius 2 km dari Pura Lingsar, sapi yang dianggap suci oleh umat hindu dilarang berkeliaran.
Ketika masuk ke dalam kawasan, pengunjung disarankan untuk memakai selendang yang diikatkan pada pinggang. “Selandang ini dipakai untuk menghormati tempat ini yang dianggap suci oleh uimat Hindu dan Islam,” kata Subhan, warga Mataram yang menemani saya ke Lingsar.
Setelah mengenakan selendang kain berwarna kuning, saya memasuki tempat berdoa yang dianggap suci oleh semua pemeluk agama. “Di tempat ini orang Hindu, Islam, Kristen, bahkan pemeluk aliran kepercayaan percaya doanya dapat dikabulkan,” Kata Sahyan.
Di samping tempat berdoa itu ada sebuah kolam kecil. Airnya jernih dan tidak pernah kering. Bahkan kedalaman kolam itu selalu tetap setiap saat.
Di kolam itu terdapat ikan tuna besar yang panjangnya mencapai satu meter. Jika pengunjung dapat melihat ikan tuna itu, warga Lingsar yakin bahwa orang yang melihat itu akan mendapat keberuntungan.
Pengunjung kolam itu akan berusaha memacing agar ikan tuna itu muncul. “Caranya dengan mengumpankan telur ayam,” imbuh Subhan.
Dalam kunjungan saya ke sana, saya sempat melihat ikan tuna itu tanpa memancingnya dengan telur. Wati, pengurus Pra Lingsar yang tengah beribadah mengatakan bahwa saya tengah beruntung. “Biasanya orang akan berupaya memancing ikan itu agar nampak, Anda sangat beruntung,” katanya.
Saat saya berkunjung ke sana masih pagi. Baru saya saja yang datang kesana selain warga sekitar dan pengurus yang tengah berdoa.
Di kolam itu juga, ada ritual melempar uang logam ke kolam sambil membalikan badan. Sambil melempar uang logam, mereka memanjatkan keinginannya. “Biasanya mereka ingin dagangnya laris, pertaniannya subur, bahkan ada juga yang ini memperoleh jabatan,” kata Sahyan.
Konon, tempat itu dibangun sebagai lambang persatuan. Karena itulah, tak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam komplek pura yang luas itu. Umat Hindu dan Suku sasak yang beragama Islam secara rukun merawat pura itu secara bersama-sama.
Siapa saja yang mempercayai dan ingin ”berhubungan” dengan Tuhan di tempat itu, tak pernah dipermasalahkan, sepanjang mentaati aturan di pura tersebut. Karena itulah, Pura Lingsar perwujudan sikap toleran dari penduduk yang beragam suku, agama dan ras, dan sekaligus menjadi simbol pemersatu umat di Pulau Lombok.
Simbol toleransi, juga dilambangkan dengan aturan tak tertulis, bahwa siapa saja yang datang ke tempat suci itu, tak diperkenankan menghaturkan sesaji dari babi dan sapi. Babi haram bagi umat Isalam, dan sapi dianggap suci oleh umat Hindu.
Salahsatu upacara di Pura Lingsar yang dilakukan bersama oleh umat Hindu dan Suku Sasak yang beraga Islam adalah Pujawali. Setiap purnamaning sasih kanem–menurut hitungan panangggalan Bali atau sekitar bulan Desember, upacara pujawali diselenggarakan.
Pujawali, di berbagai tempat lain pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh umat Hindu. Namun khusus di Pura Lingsar, upacara pujawali setempat dirangkai dengan tradisi perang topat. Sebuah tradisi yang pelaksanaannya didominasi masyarakat suku Sasak–penduduk asli Lombok, bersama masyarakat dari suku Bali yang telah turun temurun bermukim di Lombok.
Perang topat atau ketupat berlangsung bersamaan dengan upacara pujawali. Prosesinya pun tak bisa dipisahkan dari pelaksanaan upacara tahunan itu. Karena itu, hajatan besar ini dipuput Ida Pedanda (Pendeta Hindu). ”Kalau tak ada pujawali, perang topat tak kan dilaksanakan karena perang topat satu rangkaian dengan pelaksanaan pujawali. Prosesi ini tak bisa dipisah-pisah,” kata I Gde Mandia, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Nusa Tenggara Barat.
Setelah umat Hindu ngaturang bakti dan ngelungsur amertha, prosesi perang topat mulai dilaksanakan, diawali dengan mengelilingkan sarana persembahyangan–purwadaksina. Prosesi ini dilaksanakan di dalam areal Pura Kemaliq. Sebagian besar pesertanya berasal dari suku Sasak. Tokoh-tokoh dari kedua suku–Sasak dan Bali, turut serta dalam prosesi itu.
Mereka mengitari areal dalam Kemaliq. Sekelompok tarian batek baris–tarian khas sebagaimana layaknya prajurit Belanda tempo doeloe lengkap dengan bedilnya juga beraksi selama upacara itu. Ada juga kesenian tradisional gendang beleq.
Purwadaksina dilakukan beberapa kali. Setelah itu, sarana persembahyangan yang dikekelilingkan itu ditaruh pada tempat yang telah disediakan di dalam Pura Kemaliq. Di sini kembali ada prosesi yang dipimpin langsung pemangku dari suku Sasak. Bertepatan dengan roro’ kembang waru (gugurnya bunga pohon waru)–sekitar jam lima sore, perang topat dimulai.
Sebagaimana perang, peserta pun tampak seperti layaknya berperang. Namun, bukan saling pukul atau saling tusuk. Yang menjadi ”peluru”, juga bukan peluru asli atau pun batu, melainkan ketupat yang sebelumnya menjadi sarana upacara. Ketupat dilemparkan-lemparkan kepada siapa saja. Tak ada yang cedera.
Dengan penuh kegembiraan, peserta upacara terlibat dalam ”peperangan” yang berlangsung beberapa menit itu. Seusai berperang, ketupat yang dijadikan peluru lalu dipungut kembali oleh peserta untuk dibawa pulang. “Ketupat ini diyakini sebagai berkah dan ditebar di sawah-sawah penduduk karena dipercaya dapat menyuburkan tanaman padi,” kata Bu Rawinah.
Dalam perang topat, wanita yang sedang haid tak boleh mengikuti. Sehari sebelumnya ada upacara permulaan kerja atau “penaek gawe”. Ada lagi acara “mendak” alias upacara menjemput tamu agung alias roh-roh gaib yang berkuasa di Gunung Rinjani dan Gunung Agung. Kemudian ada pula penyembelihan kerbau. Ada sesajen berupa jajan sembilan rupa, buah-buahan, dan minuman.
“Lempar-lemparan ketupat itu ditingkahi bunyi kul-kul (kentongan) selama sekitar satu jam. Ketupat itu diperebutkan. Yang belum dilemparkan tak boleh dibawa pulang. Kendati ketupat itu sudah penyok, tetap dipunguti orang,” jelas Sahyan.
Perang topat bertujuan untuk mendapatkan berkah dan keselamatan, terutama bagi petani anggota Subak—sistem irigasi pertanian.
Perang topat tak lepas dari legenda. Konon di Lombok Barat dulu ada Kerajaan Medain. Raja Medain punya anak bernama Raden Mas Sumilir yang bergelar Datu Wali Milir. Suatu ketika ia menancapkan tongkatnya di tanah Bayan. Saat tongkat itu ditarik, air pun muncrat, melaju deras. Dalam bahasa Sasak, melaju artinya langser atau lengsar. Desa itu pun lalu diberi nama Lingsar.
Entah bagaimana, Sumilir hilang di situ. Atas musibah itu, seisi istana dan warga sedih. Kesedihan itu berlarut hingga dua tahun. Buntutnya, semua orang melupakan urusan kehidupan. Suatu ketika keponakan Sumilir, Datu Piling, menemukan pamannya itu di lokasi mata air tadi. Dalam pertemuan itu disebutkan, kalau mau menemui Sumilir, hendaklah datang ke mata air itu.
Maka Datu Piling pun memerintahkan pengiringnya untuk menyambut pertemuan itu. Ketupat beserta lauknya dipersiapkan. Pertemuan pun terjadi sekitar pukul 16.00. Setelah itu Raden Mas Sumilir kembali menghilang. Tapi sejak Sumilir menghilang kedua kalinya, warga Lingsar kembali menikmati kemakmuran. Sumber air melimpah, dan siap dipakai mengairi sawah.
“Perang ketupat pun lantas dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur, menandai saat dimulainya menggarap sawah,” kata Subhan.
Sebagai tempat wisata, Pura Lingsar cukup menarik. Dengan jarak tempuh dari Kota Mataram kurang dari setengah jam, kita bisa mengunjungi tempart wisata lainnya di sekitar itu. Naik ke atas ke lembah Gunung Rinjani, kita dapat mengunjungi Hutanb wisata Sesaot dan Suranadi. Jika turun ke selatan kita dapat mengunjungi Pantai Kuta yang tak kalah indahnya dengan Pantai Kuta di Bali.***
“Lempar-lemparan ketupat itu ditingkahi bunyi kul-kul (kentongan) selama sekitar satu jam. Ketupat itu diperebutkan. Yang belum dilemparkan tak boleh dibawa pulang. Kendati ketupat itu sudah penyok, tetap dipunguti orang,” jelas Sahyan.
Perang topat bertujuan untuk mendapatkan berkah dan keselamatan, terutama bagi petani anggota Subak—sistem irigasi pertanian.
Perang topat tak lepas dari legenda. Konon di Lombok Barat dulu ada Kerajaan Medain. Raja Medain punya anak bernama Raden Mas Sumilir yang bergelar Datu Wali Milir. Suatu ketika ia menancapkan tongkatnya di tanah Bayan. Saat tongkat itu ditarik, air pun muncrat, melaju deras. Dalam bahasa Sasak, melaju artinya langser atau lengsar. Desa itu pun lalu diberi nama Lingsar.
Entah bagaimana, Sumilir hilang di situ. Atas musibah itu, seisi istana dan warga sedih. Kesedihan itu berlarut hingga dua tahun. Buntutnya, semua orang melupakan urusan kehidupan. Suatu ketika keponakan Sumilir, Datu Piling, menemukan pamannya itu di lokasi mata air tadi. Dalam pertemuan itu disebutkan, kalau mau menemui Sumilir, hendaklah datang ke mata air itu.
Maka Datu Piling pun memerintahkan pengiringnya untuk menyambut pertemuan itu. Ketupat beserta lauknya dipersiapkan. Pertemuan pun terjadi sekitar pukul 16.00. Setelah itu Raden Mas Sumilir kembali menghilang. Tapi sejak Sumilir menghilang kedua kalinya, warga Lingsar kembali menikmati kemakmuran. Sumber air melimpah, dan siap dipakai mengairi sawah.
“Perang ketupat pun lantas dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur, menandai saat dimulainya menggarap sawah,” kata Subhan.
Sebagai tempat wisata, Pura Lingsar cukup menarik. Dengan jarak tempuh dari Kota Mataram kurang dari setengah jam, kita bisa mengunjungi tempart wisata lainnya di sekitar itu. Naik ke atas ke lembah Gunung Rinjani, kita dapat mengunjungi Hutanb wisata Sesaot dan Suranadi. Jika turun ke selatan kita dapat mengunjungi Pantai Kuta yang tak kalah indahnya dengan Pantai Kuta di Bali.***
This is information sexiness Lombok island :
- Sekilas tentang Lombok
- Pantai Senggigi
- Pantai Mandalika
- Pantai Kuta, Lombok
- Sire Beach
- Wisata Alam Lombok Timur
- Wisata Bahari Lombok Timur
- Wetu Telu Praktik unik Masyarakat Suku Sasak Lombok
- Seputar Taman Nasional Gunung Rinjani
- Rumah Adat Sasak
- Gili Air, Gili Trawangan, Gili Meno
- Gili Nangu, Gili Sundak, Gili Tangkong
- Gunung Rinjani
- Danau Segara Anak
- Sesaot
- Sentanu
- Tetebatu
- Air Terjun Sendang Gile
- Hutan Monyet Pusuk
- Taman Narmada
- Taman Mayura
- Taman Suranadi
- Pura Batu Bolong
- Pura Lingsar
- Desa Tetebatu
Subscribe to:
Posts (Atom)





















